ARM HA IPB
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Program
  • Publikasi & Rilis
  • Hubungi Kami
Bencana Banjir

ARM HA IPB Salurkan 1.900 Paket Bantuan Untuk Korban Banjir Jabodetabek

by administratorarmhaipb January 7, 2020
written by administratorarmhaipb

    Himpunan Alumni IPB (HA-IPB), melalui badan otonomnya Aksi Relawan Mandiri atau ARM, menyalurkan 1.900 paket bantuan bagi korban banjir Jabodetabek, Minggu 5 Januari 2020. Bantuan tersebut diberangkatkan dari Gedung Alumni IPB Baranangsiang, Bogor bersama 30 relawan ARM yang tergabung dalam Tim Solidaritas Alumni IPB untuk Korban Banjir (SAIBAN).

    Bantuan ini merupakan kontribusi dari para alumni IPB di seluruh Indonesia yang disalurkan melalui ARM HA-IPB. Para relawan ARM menyasar beberapa lokasi yang disebut terparah kondisinya akibat banjir, antara lain Villa Nusa Indah, Pondok Gede Permai Jatiasih, Jatiluhur, Villa Jatirasa, Kemang IFI, dan Kompleks Angkatan Laut Jatibening.

    Selain mendistribusikan paket bantuan, relawan ARM HA-IPB juga melakukan kerja bakti pembersihan area perumahan, sekolah, dan tempat ibadah yang terendam lumpur. Di hari yang sama, sebagai bagian dari kegiatan dukungan psikososial, relawan ARM menggelar sesi bermain untuk menghibur 200 anak di Bekasi yang terdampak banjir. Kegiatan dilakukan di Masjid Baitul Mukmin Jatirasa melalui permainan, menyanyi dan menari, permainan, serta menggambar dan mewarnai. Mereka juga menerima bingkisan hadiah serta perlengkapan sekolah.

    ‘’Kegiatan ini merupakan salah satu misi Aksi Relawan Mandiri sebagai Lembaga Otonom Himpunan Alumni IPB yang mewadahi kepedulian alumni dan masyarakat untuk membantu penanggulangan dampak bencana alam dan krisis kemanusiaan lainnya,’’ tutur Ir. H. Fathan Kamil, Ketua HA-IPB. Fathan menegaskan komitmen Himpunan Alumni IPB membantu pemerintah dan masyarakat dalam program dan kegiatan kesiapsiagaan serta pengurangan risiko bencana.

    Sekretaris Jenderal ARM HA-IPB, Agus Rusli, mengungkapkan, bantuan awal yang berasal dari alumni IPB itu berupa paket makanan-minuman siap dan cepat saji, perlengkapan mandi, paket khusus untuk kebutuhan kaum perempuan, anak-anak, dan lansia. “Totalnya sebanyak 1.900 paket yang menjangkau 600 keluarga (KK) dan 200 anak,’’ terangnya.

    Bantuan kemanusiaan serupa juga dimobilisasi oleh Pengurus Dewan Pimpinan Daerah HA-IPB Banten untuk disalurkan kepada korban banjir dan longsor di wilayah Banten

    January 7, 2020 0 comments
    0 FacebookTwitterPinterestEmail
    Artikel

    PENJELASAN MENGENAI MOBILISASI RELAWAN DAN BANTUAN ARM HA-IPB KE KAWASAN BENCANA BANJIR, BANJIR BANDANG, DAN LONGSOR DI JABODETABEK, KAB. BOGOR, DAN LEBAK-BANTEN

    by administratorarmhaipb January 7, 2020
    written by administratorarmhaipb

    PENJELASAN MENGENAI MOBILISASI RELAWAN DAN BANTUAN ARM HA-IPB KE KAWASAN BENCANA BANJIR, BANJIR BANDANG, DAN LONGSOR DI JABODETABEK, KAB. BOGOR, DAN LEBAK-BANTEN

    Dalam beberapa hari ini banyak pesan, pertanyaan, dan harapan masuk ke saluran komunikasi Pengurus Badan Otonom Aksi Relawan Mandiri Himpunan Alumni IPB (ARM HA-IPB) mengenai mobilisasi relawan dan bantuan Alumni IPB ke wilayah terdampak bencana banjir, banjir bandang, dan tanah longsor di Kabupaten Bogor (Cigudeg, Nanggung, Sukajaya, dll.) serta Cipanas, Lebak (Prov Banten).

    Terima kasih atas atensi kawan-kawan alumni dan civitas akademika IPB. Kami ingin memberikan beberapa penjelasan dan klarifikasi sebagai berikut:

    A. PROSEDUR MOBILISASI ARM

    1. ARM HA-IPB merupakan kegiatan berbasis kesukarelaan (voluntary-based activities), sehingga mobilisasi tenaga petugas kemanusiaan sebagai relawan harus berdasarkan kesediaan masing-masing individu untuk dimobilisasi.
    2. Sebagai badan otonom baru di lingkungan HA-IPB, ARM baru bergiat sejak 19 September 2019 dan kick-off berikut pelantikan pengurusnya 10 Desember 2019. Karena itu, mohon maklum karena skuad relawan masih dalam jumlah terbatas, demikian pula sumberdaya lainnya, khususnya finansial dan waktu.
    3. ARM menyepakati bahwa mobilisasi ke daerah bencana dilakukan tidak atas dasar kebutuhan publisitas, atau kecepatan tiba di lokasi semata, melainkan yang lebih utama adalah atas dasar hasil kajian cepat (quick assessment) maupun kajian mendalam (detail assessment) mengenai jenis bencana, lokasi, tantangan, kebutuhan warga terdampak, serta kapasitas personel. Semua itu akan menentukan perlu-tidaknya ARM bertindak , termasuk waktu dan tempat target kegiatan.
    4. Sejak awal, ARM mewajibkan adanya RENOPS TDB (Rencana Operasi Tanggap Darurat Bencana) sebagai dasar bergeraknya. Dalam Renops ini akan dipaparkan latar belakang, situasi terkini, analisis kapasitas ARM saat itu (termasuk analisis kapasitas personel, perlengkapan, dan sumberdaya finansial), serta rencana kegiatan yang akan dilakukan. Termasuk wilayah kegiatan, jenis bantuan, lama waktu, serta jumlah target individu/KK yang disasar. Renops merupakan fase yang WAJIB dilalui oleh ARM dalam setiap keadaan bencana, TANPA TERKECUALI. Hal ini demi memastikan layanan ARM memenuhi kriteria manajemen bencana yang memadai, keamanan dan keselamatan, serta efektivitas pelaksanaan program sehingga dapat dievaluasi dan akuntabel.
    5. Terakhir, memobilisasi tenaga relawan akan dilakukan jika hasil asesmen mendukung. Bagi ARM, relawan adalah aset yang keselamatannya menjadi hal utama.

    B. SITUASI BENCANA DI KABUPATEN BOGOR (JABAR) DAN LEBAK (BANTEN)

    1. Banjir bandang dan longsor melanda wilayah Kabupaten Bogor (terakhir disebut wilayah Kab Bogor Barat), yaitu di Sukajaya, Nanggung, dan sekitarnya. Adapun di Lebak Banten, terjadi di wilayah Kecamatan Sajira, Cimarga, Lebak gedong, Curugbitung, Cipanas.
    2. Kondisi area bencana cukup parah dan beberapa desa belum bisa dijangkau.
    3. ARM berkomunikasi dengan beberapa pihak, antara lain LPPM IPB yang juga telah menuju lokasi Sukajaya. Dilaporkan juga bahwa akses menuju pusat lokasi bencana amat sulit dan hanya bisa ditempuh dengan kendaraan 4WD, atau harus menggunakan bantuan udara untuk kapasitas yg besar dan safety. Ada juga bantuan dari komunitas trail yang mendstribusikan bantuan dari kota kecamatan Sukajaya ke lokasi bencana dengan kapasitas yang masih terbatas. Pasokan bantuan tersebar di banyak titik di level kecamatan. Bantuan menumpuk di sana karena tidak bisa masuk dideliver ke wilayah terisolir.
    4. Semua pasokan bantuan diarahkan ke Lanud Atang Sanjaya, Semplak, Bogor.
    5. Selama kondisi lokasi bencana masih terisolir dan tidak terukur oleh kapasitas dan kemampuan relawan dan lembaga ARM, maka dalam hal ini ARM akan terus memonitor situasi untuk memutuskan tingkat keterlibatannya di lokasi (dari sekadar mengantarkan barang bantuan hingga terjun ke lokasi bencana)
    6. ARM menghargai setiap upaya bantuan dari civitas akademika dan elemen alumni IPB yang ditujukan kepada masyarakat terdampak bencana, baik inisiatif sendiri maupun bersama ARM. Ini mengingat luasnya wilayah yang terdampak bencana di tiga provinsi (DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten) yang tak mungkin ditangani secara tunggal. Namun demikian, ARM menghimbau agar bantuan-bantuan yang diberikan diindetifikasikan terlebih dahulu agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Juga memperhatikan aspek keamanan dan keselamatan pemberi bantuan sendiri.
    7. Beberapa mitra dalam dan luar IPB menghubungi ARM untuk penjajakan kerja sama. ARM menyatakan terima kasih yang sebesar-besarnya atas tawaran tersebut dan akan terus memperbaharui informasi yang tersedia dalam pekan ini sehingga dapat mengambil keputusan untuk kerja sama yang dimaksud (lihat juga poin A-4 di atas). Komunikasi yang intensif antar lembaga amat kami hargai.

    Demikian untuk dapat diketahui dan maklum. Mari kita berdoa agar bencana yeng menimpa warga di berbagai lokasi dapat segera teratasi. ARM HA-IPB berkomitmen terus membantu pemerintah dan masyarakat dalam mengurangi penderitaan mereka yang terkena dampak bencana di wilayah Indonesia.

    Salam tangguh.

    Pengurus ARM HA-IPB

    January 7, 2020 0 comments
    0 FacebookTwitterPinterestEmail
    Berita

    Aksi Relawan HA IPB (ARM HA IPB) adakan acara pelantikan & Kick Off 10 Desember 2019

    by administratorarmhaipb December 9, 2019
    written by administratorarmhaipb

    ksi Relawan HA IPB (ARM HA IPB) adakan acara pelantikan & Kick Off 10 Desember 2019 yang bertempat di Gedung IICC Bogor


    December 9, 2019 0 comments
    0 FacebookTwitterPinterestEmail
    Berita

    Keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi.

    by administratorarmhaipb December 9, 2019
    written by administratorarmhaipb

    Keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi.

    Kepala BNPB, Letjen Doni Monardo, mengutip pepatah Latin ini dalam arahannya ketika meluncurkan Program Keluarga Tangguh Bencana (Katana) di Pantai Pasie Jantang, Kecamatan Lhoong, Aceh Besar.

    Aksi Relawan Mandiri Himpunan Alumni IPB merasa bangga menjadi bagian dari prakarsa nasional ini.

    KitaJagaAlam #AlamJagaKita #Katana #ARMHAIPB

    December 9, 2019 0 comments
    0 FacebookTwitterPinterestEmail
    Berita

    Pahami resiko dengan inarisk

    by administratorarmhaipb December 9, 2019
    written by administratorarmhaipb

    Kemarin, Sabtu 7 Desember 2019, Tim Aksi Relawan Mandiri Himpunan Alumni IPB (ARM HA-IPB) bersama 1500 peserta lainnya di acara peluncuran program Keluarga Tangguh Bencana (Katana) menerima sosialisasi mengenai tool/perangkat untuk mengkaji potensi bencana di wilayah masing-masing di manapun di seluruh Indonesia.

    Aplikasi tersebut diberi nama INARisk, hasil karya anak bangsa yang diperkenalkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sejak 3 tahun silam. Meski sudah lama ada, tetapi aplikasi hasil kerja sama BNPB dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat, serta BMKG ini belum banyak diketahui.

    Padahal, seperti yang dipaparkan Bapak Ridwan Yunus dari BNPB, INARisk berguna untuk mengetahui risiko bencana yang dapat terjadi di wilayah sekitar kita, seperti banjir, banjir bandang, cuaca ekstrem, gelombang ekstrem dan abrasi, gempa bumi, kebakaran hutan dan lahan, kekeringan, letusan gunung api, tanah longsor, tsunami, dan bencana multibahaya.

    Saking detilnya, aplikasi ini mampu mendeteksi hingga luasan terkecil 100 meter persegi. Aplikasi ini dapat diunduh melalui ponsel dari penyedia aplikasi maupun diakses pada laman inarisk.bnpb.go.id.

    ARM dan para peserta langsung praktik menggunakan aplikasi INARisk Personal yang tersedia dalam platform Android dan IOS di ponsel cerdas masing-masing. Pengguna cukup memasukkan nama wilayah, entah itu provinsi, kabupaten, ataupun titik lokasi, lalu menentukan jenis bencana apa yang ingin diketahui indeks risikonya di daerah tersebut

    Selain mengetahui indeks risiko, Inarisk juga dapat digunakan untuk mengetahui indeks bahaya, kerentanan, dan kapasitas suatu jenis bencana. Hasilnya akan diketahui dalam bentuk peta digital yang ditampilkan dalam gradasi warna berbeda sesuai tinggi-rendah tingkat kajian yang diinginkan.

    Peta di INARisk bisa diperbesar atau diperkecil sehingga kita mengetahui bahkan sampai ke tingkat wilayah yang detail. Plus, berbagai informasi lain terkait wilayah yang dikaji.

    Nilai tambah lainnya adalah aplikasi ini juga menyajikan cara pencegahan dan langkah penyelamatan yang harus dilakukan oleh masyarakat jika berada di wilayah yang memiliki potensi bencana.

    Bagi ARM, aplikasi yang amat powerful ini bakal kita wajibkan untuk diunduh di ponsel para pengurus dan relawannya. Anda juga mau mencobanya?

    (Ahmad Husein)

    December 9, 2019 0 comments
    0 FacebookTwitterPinterestEmail
    Berita

    ARM HA IPB di undang BNPB dalam pencanangan program Keluarga Tangguh Bencana (Katana) di Banda Aceh

    by administratorarmhaipb December 9, 2019
    written by administratorarmhaipb

    ARM HA IPB di undang BNPB dalam pencanangan program Keluarga Tangguh Bencana (Katana) sekaligus memperkenalkan ARM HA IPB ke jejaring lembaga kemanusiaan serta stakeholders lainnya tingkat nasional.

    Kemarin, Sabtu 7 Desember 2019, Tim Aksi Relawan Mandiri Himpunan Alumni IPB (ARM HA-IPB) bersama 1500 peserta lainnya di acara peluncuran program Keluarga Tangguh Bencana (Katana) menerima sosialisasi mengenai tool/perangkat untuk mengkaji potensi bencana di wilayah masing-masing di manapun di seluruh Indonesia.

    Aplikasi tersebut diberi nama INARisk, hasil karya anak bangsa yang diperkenalkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sejak 3 tahun silam. Meski sudah lama ada, tetapi aplikasi hasil kerja sama BNPB dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat, serta BMKG ini belum banyak diketahui.

    Padahal, seperti yang dipaparkan Bapak Ridwan Yunus dari BNPB, INARisk berguna untuk mengetahui risiko bencana yang dapat terjadi di wilayah sekitar kita, seperti banjir, banjir bandang, cuaca ekstrem, gelombang ekstrem dan abrasi, gempa bumi, kebakaran hutan dan lahan, kekeringan, letusan gunung api, tanah longsor, tsunami, dan bencana multibahaya.

    Saking detilnya, aplikasi ini mampu mendeteksi hingga luasan terkecil 100 meter persegi. Aplikasi ini dapat diunduh melalui ponsel dari penyedia aplikasi maupun diakses pada laman inarisk.bnpb.go.id.

    ARM dan para peserta langsung praktik menggunakan aplikasi INARisk Personal yang tersedia dalam platform Android dan IOS di ponsel cerdas masing-masing. Pengguna cukup memasukkan nama wilayah, entah itu provinsi, kabupaten, ataupun titik lokasi, lalu menentukan jenis bencana apa yang ingin diketahui indeks risikonya di daerah tersebut

    Selain mengetahui indeks risiko, Inarisk juga dapat digunakan untuk mengetahui indeks bahaya, kerentanan, dan kapasitas suatu jenis bencana. Hasilnya akan diketahui dalam bentuk peta digital yang ditampilkan dalam gradasi warna berbeda sesuai tinggi-rendah tingkat kajian yang diinginkan.

    Peta di INARisk bisa diperbesar atau diperkecil sehingga kita mengetahui bahkan sampai ke tingkat wilayah yang detail. Plus, berbagai informasi lain terkait wilayah yang dikaji.

    Nilai tambah lainnya adalah aplikasi ini juga menyajikan cara pencegahan dan langkah penyelamatan yang harus dilakukan oleh masyarakat jika berada di wilayah yang memiliki potensi bencana.

    Bagi ARM, aplikasi yang amat powerful ini bakal kita wajibkan untuk diunduh di ponsel para pengurus dan relawannya. Anda juga mau mencobanya?

    (Ahmad Husein)
     

    December 9, 2019 0 comments
    0 FacebookTwitterPinterestEmail
    Artikel

    Ramah tamah HA IPB dan P3IPB

    by administratorarmhaipb November 19, 2019
    written by administratorarmhaipb

    Age Brings Wisdom. Usia membawa kebijakan.

    Anugerah kebijaksanaan itu pula yang diterima DPP Himpunan Alumni IPB saat mendapat kunjungan kehormatan dari 9 fungsionaris Paguyuban Pensiunan Pegawai IPB (P3IPB) di Gedung Alumni IPB, Baranangsiang.

    P3IPB berdiri 11 tahun lalu beranggotakan 1.500 orang dan memiliki 30 korwil. Paguyuban ini digawangi oleh Bapak Kurnia Sofyan, Ketua I Bapak Zulfikar Moesa, Ketua II Ibu Etty Eidman, sekretaris Pak Jojo Oentarjo. Pak Suwarno Koordinator Kerjasama dan Usaha. Pak Nemaken Sembiring anggota komisi kerjasama. Hadir juga salah satu pendirinya sekaligus penasehat, Prof Kuntjoro dan Pak Hasan salah satu staff sekretariat.

    Program P3IPB yang telah berjalan di antaranya bidang diklat, usaha, giat bidang sosial, silaturahim, dan kesehatan.

    Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, P3IPB meminta dukungan dan arahan dari HA-IPB untuk eksistensi paguyuban ini serta upaya optimalisasikan peran P3IPB.

    Ketua Umum HA-IPB, Fathan Kamil, menyatakan kebahagiaannya dapat bersilaturahmi dengan para senior alumni IPB. Ia mendukung penuh kegiatan P3IPB dan berharap mereka menjadi bagian yang tak terpisahkan dengan HA-IPB.

    Dalam kesempatan itu Ketum HA-IPB memperkenalkan kepada fungsionaris P3IPB profil badan otonom Aksi Relawan Mandiri (ARM) dan peluang giat kerelawanan yang berpeluang diikuti oleh para pensiunan yang masih aktif di bidang sosial.

    Ketum HA-IPB menyampaikan cerita dari salah satu konseptor ARM yg berlatar belakang pengalaman di lembaga kebencanaan internasional tentang fenomena relawan kemanusiaan di Jepang yang ternyata banyak melibatkan pensiunan yang masih produktif.

    “Kita dapat melibatkan P3IPB secara aktif jika nanti ARM mengadakan giat kemanusiaan di kampus IPB, misalnya dapur umum untuk mahasiswa IPB,” ujar Fathan Kamil.

    Para anggota P3IPB juga bisa mengikuti pelatihan-pelatihan ARM yg sesuai dengan karakteristik P3IPB. Selain itu, HA-IPB memberi ruang program “Friday Talk” kepada P3IPB yang bentuknya dikoordinasikan kemudian dengan pengurus yang menanganinya berikut partisipasi acara bazar produk anggota sebulan sekali di DKM Mesjid Alumni. HA-IPB akan membuka peluang untuk produk P3IPB yang akan dikoordinasikan dengan BLST.

    Silaturahim dengan para senior P3IPB ini memang amat menginspirasi. Benarlah apa yang disebutkan oleh sebuah kutipan. “Aging is not “lost youth” but a new stage of opportunity and strength.”

    Selamat berkarya para senior. Salam takzim!

    Ahmad Husein

    November 19, 2019 0 comments
    0 FacebookTwitterPinterestEmail
    Artikel

    PERTANIAN DAN BENCANA ALAM: IPB BISA APA?

    by ahmad latip November 19, 2019
    written by ahmad latip

    Ahmad Husein – Aksi Relawan Mandiri Himpunan Alumni IPB (ARM HA-IPB)

    Soal bencana alam, Indonesia memang bak super market. Wilayah Indonesia tepat berada pada cincin api (ring of fire) yakni pertemuan tiga lempeng tektonik besar yaitu Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik. Tabrakan antar lempeng tektonik tersebut membentuk jalur gempa dengan ribuan titik pusat gempa yang menjadikan Indonesia sangat rawan gempa bumi. Selain itu, Wilayah Indonesia memiliki sabuk vulkanik sepanjang 7.000 km dari Pulau Sumatra, Jawa, Bali, NTB, serta NTT. Kita punya 129 gunung berapi aktif (70 di antaranya sangat aktif) serta 500 gunung tidak aktif. Gunung berapi aktif di Indonesia merupakan 13 % dari seluruh gunung berapi aktif di dunia. Belum lagi wilayah pantai Indonesia sepanjang 81.000 km dengan pemukiman padat merupakan wilayah dengan kerentanan dan berisiko terhadap bencana tsunami dan gelombang pasang.

    Tak heran, berdasarkan data BNPB di akhir tahun 2018, total kejadian bencana yang terjadi di Indonesia mencapai 2.564 bencana. Seluruh bencana itu menyebabkan 3.349 orang meninggal, 1.432 orang hilang, 21.064 orang luka-luka, 10,2 juta orang mengungsi dan terdampak, dan 319.527 unit rumah rusak. Banjir, longsor, dan puting beliung masih tetap mendominasi bencana yang terjadi di berbagai daerah, diikuti bencana-bencana geologi seperti gempa bumi dan tsunami.

    Kerugian lain yang muncul akibat bencana tak terelakkan juga menimpa sektor pertanian (dalam arti luas). Dalam laporan anyar Oganisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) tahun 2018 lalu terungkap bahwa antara tahun 2005 hingga 2015, bencana alam merugikan sektor pertanian di negara berkembang sebesar 96 miliar dolar AS atau Rp1.320 triliun, mayoritas akibat kegagalan panen dan kematian hewan ternak. Separuh dari kerugian tersebut – yakni 48 miliar dolar AS atau Rp660 triliun– terjadi dan dialami oleh para petani di Asia, termasuk Indonesia. Khusus untuk bencana kekeringan di seluruh dunia, ini memicu kerugian terbesar. Sebanyak 83% kerugian dari bencana kekeringan ditanggung oleh sektor pertanian dengan nilai kerugian mencapai $29 miliar atau Rp399 triliun.

    Padahal, dari total 7 milyar penduduk dunia, 2,5 miliar di antaranya bermata pencaharian di sektor pertanian. Para petani, nelayan, peternak kecil menghasilkan lebih dari separuh produksi pertanian dunia. Mereka kebanyakan adalah kelompok miskin dan tidak memiliki aset pertanian sehingga sangat rentan apabila terjadi bencana yang merusak atau menghancurkan panen, peralatan, bibit, ternak, tanaman dan simpanan pangan mereka. Untuk itu dunia harus bersatu padu melakukan mitigasi bencana.

    Di dalam negeri, data itu sejalan dengan apa yang terjadi di hampir setiap bencana alam. Sawah rusak akibat dihantam banjir, tsunami, atau kekeringan. Ternak dan budidaya ikan musnah. Petani, peternak, petambak menganggur. Produktivitas pertanian turun drastis, sebagaimana pernah dilaporkan Kompas tahun 2010 silam.

    Dalam kasus Tsunami Aceh, misalnya, saya pernah berbincang dengan kaum lelaki di kawasan Lhoong, Aceh Besar, di lintasan menuju Calang, Aceh Jaya, 10 tahun silam. Puluhan dari mereka yang aslinya adalah nelayan terpaksa direlokasi menjauh dari pesisir, sekitar satu kilometer dari bibir pantai. Kebiasaan sehari-hari pun tercerabut. Mau melaut, perahu tak ada lagi. Sementara mau bertani, mereka tak punya pengetahuan dan keterampilan sama sekali. Walhasil, mereka memilih ikut menjadi buruh kapal penangkap ikan yang sesekali mampir di pelabuhan. Demi sesuap nasi.

    Di Lombok, Pasigala (Palu, Sigi, Donggala), dan Selat Sunda, kejadiannya setali tiga uang. Sawah dan ternak musnah, kebun tak bisa dikelola lagi, dan melaut terhenti karena perahu tak ada lagi. Setahun berlalu, kondisi mata pencaharian warga belum dapat dikatakan pulih.

    Berbeda dengan Jepang, misalnya, yang jauh lebih baik. Dalam kasus lahar dingin akibat letusan gunung berapi, mereka membangun sistem pembuangan lahar dingin melalui jalur khusus langsung dibuang ke laut sehingga tidak merugikan masyarakat. Di Indonesia, jangankan soal jalur, sistem deteksi dini pun belum optimal. Kompas menyebut –mengutip Dekan FEMA IPB waktu itu, Arif Satria (sekarang Rektor IPB). Andai ada mekanisme deteksi dini dan petunjuk pelaksanaan yang jelas dalam evakuasi ternak, seperti sapi dan kambing di Merapi, kematian 3.000 sapi bisa dihindarkan.

    Intervensi IPB saat dan pasca-bencana

    Bicara jiwa kedermawanan, orang Indonesia tak bisa diremehkan. Bahkan Indonesia menempati posisi puncak Charities Aid Foundation (CAF) World Giving Index 2018 dengan skor 59 persen, naik satu peringkat menduduki posisi teratas dibandingkan tahun 2017 yang hanya di posisi kedua di bawah Myanmar. Laporan CAF World Giving Index 2018, A Global View of Giving Trends, yang dipublikasikan pada Oktober 2018, menyebut skor masyarakat Indonesia untuk membantu orang lain sebesar 46 persen, berdonasi materi 78 persen, dan melakukan kegiatan sukarelawan 53 persen.

    Apa kaitannya dengan IPB? Sangat penting. Meskipun belum ada penelitiannya, civitas akademika IPB termasuk alumninya dipercaya punya rasa kepedulian yang tinggi terhadap peristiwa bencana di berbagai wilayah. Pengumpulan dana dan pengiriman bantuan kerap dilakukan. Cukupkah?

    Jawabnya, belum. IPB rasanya memerlukan desain besar untuk merumuskan intervensinya dalam situasi tanggap darurat, pasca-bencana, dan pencegahan serta kesiapsiagaan bencana di Indonesia. Namun IPB sudah memulainya di trek yang benar, antara lain dengan keberadaan PSB (Pusat Studi Bencana) LPPM-IPB. Sesuai misinya PSB menyasar pada kajian dan penelitian mengenai efektivitas pencegahan, tanggap darurat bencana, serta rehabilitasi dan rekonstruksi, plus peningkatan kapasitas berbagai pemangku kepentingan.

    Himpunan Alumni IPB (HA-IPB) sendiri juga telah memulai hal yang sedikit lebih konkret sebagai prakarsa, yakni saat gempa Lombok dan Palu tahun lalu. Alih-alih hanya menyerahkan bantuan, HA-IPB menugaskan alumninya dari Bogor untuk bekerja sama dengan alumni setempat membantu warga menata ulang hidup mereka, khususnya untuk bidang pertanian, di Desa Salut, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara.

    HA-IPB menggandeng LPPM-IPB yang berupaya membantu masyarakat setempat dalam mengolah dan menanam tanaman gizi dan obat sebagai jawaban terhadap tingginya kebutuhan gizi dan Obat bagi kesehatan masyarakat. Rektor IPB sendiri telah menetapkan Desa Salut sebagai Desa Mitra, Stasiun Lapang Agro Kreatif sehingga IPB akan tetap di desa tersebut dalam jangka waktu yang lama. Namun IPB belum dapat membantu banyak dalam bidang peternakan, misalnya. Padahal Bappenas menyebut bahwa sektor peternakan dapat menopang pemulihan ekonomi NTB pasca-gempa.

    Terobosan terbaru HA-IPB adalah pembentukan badan otonom kemanusiaan yang kelak diberi nama Aksi Relawan Mandiri (ARM). Badan ini diproyeksikan memiliki tim tanggap darurat bencana yang mumpuni yang mampu terjun saat tanggap darurat dan bekerja sama dengan para pemain kunci di bidang kemanusiaan lainnya (BNPB, PMI, Baznas, LSM). Tim ARM, misalnya, telah terjun di misi kemanusiaan SAMBAR (Aksi Alumni IPB untuk Bencana Asap Riau) September lalu, dan misi SALIGA (Solidaritas Alumni IPB untuk Gempa Ambon) Oktober ini. ARM mulai merekrut relawan-relawannya melalui pelatihan perdana dasar-dasar manajemen bencana, yang sangat mengejutkan diikuti 56 peserta dari 25 yang ditargetkan. ARM akan menggelar seri kedua pelatihan yakni “First Aid for Non-Medic Personnel” awal November yang akan datang.

    Selain itu, ARM diproyeksikan pula untuk menyiapkan program di fase rehabilitasi, pemulihan, dan rekonstruksi, di bidang pertanian yang memang menjadi kompetensi IPB. Program semacam pengungsian ternak, pemulihan mata pencaharian rakyat di bidang pertanian, perkebunan, perikanan budidaya, dan agribisnis, serta penyuluhan kesiapsiagaan bencana, akan dirancang dalam waktu dekat. Dalam praktiknya, kegiatan ini akan bekerja sama dengan berbagai unit di lingkungan IPB yang terkait dan mitra-mitra luar yang berminat mendukung kegiatan tersebut.

    Harapannya, IPB di masa depan dapat menyalurkan semangat kedermawanannya secara lebih konstruktif dan masif, salah satunya melalui pendayagunaan ARM. Semoga.

    November 19, 2019 0 comments
    0 FacebookTwitterPinterestEmail
    Audiensi

    ARM HA IPB adakan audiensi dengan BNPB

    by administratorarmhaipb November 11, 2019
    written by administratorarmhaipb

    Hari ini, senin 11 november 2019 tim Aksi Relawan Mandiri (ARM) bersama Ketua Umum Himpunan Alumni IPB diterima oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen Doni Monardo, pagi ini di Pusdiklat BNPB Sentul, Jawa Barat.

    Memperkenalkan ARM sebagai badan otonom bidang kemanusiaan di bawah HA-IPB, yang berkhidmat membantu mereka yang membutuhkan pertolongan di saat bencana dan krisis kemanusiaan lainnya di Nusantara.

    Pak Doni menyambut baik kehadiran ARM, titip pesan agar IPB menjadi pemimpin di bidang penyelamatan ekosistem yang berdampak pada hadirnya bencana yang merugikan. Beliau berkenan hadir di acara kick-off ARM dengan penyesuaian tanggal. Plus MoU HA-IPB dan BNPB. Red : Ahmad Husein

    November 11, 2019 0 comments
    0 FacebookTwitterPinterestEmail
    Bencana Tsunami Banten & Lampung

    Himpunan Alumni IPB Peduli Korban Bencana Banten dan Lampung

    by administratorarmhaipb November 5, 2019
    written by administratorarmhaipb

    Sudah dua minggu yang lalu bencana tsunami Selat Sunda menimpa saudara2 kita di Banten dan Lampung. Dalam kurun waktu tersebut DPP HA IPB telah bergerak untuk aksi Tanggap Bencana di kedua lokasi tersebut diatas bekerjasama dengan DPD HA IPB Banten, DPD HA IPB Lampung, dan DKM Mesjid Alumni. Kami hadir karena PEDULI. 
    Pada hari ini 6 Januari 2019, kami memberangkatkan kembali bantuan untuk korban bencana ke Labuan, Banten. Bantuan terdiri dari pakaian layak pakai, makanan awet, biskuit, susu bayi, perlengkapan mandi, air mineral, obat-obatan, selimut, perlengkapan sekolah anak, mukena dan lain sebagainya. DPP HA IPB mengucapkan terima kasih kepada semua alumni dan donatur yang telah bersedia menyisihkan sebagian hartanya untuk membantu korban bencana,  kepada DKM mesjid Alumni yang tersama menggalang donasi, serta kepada relawan dan teman  teman di DPD HA IPB Banten dan Lampung yang telah menyalurkan bantuan kepada para korban bencana di lapangan. Terhadap setiap ke bencana yang hadir di negeri ini,  komitmen kami adalah  menggalang kebersamaan dan kepedulian alumni dalam aksi kemanusiaan.
    DPP HA IPB terus berpikir untuk meningkatkan kepedulian alumni di masa-masa yang akan datang.  Secara internal kami pun akan mengembangkan struktur dan pengelolaan aksi tanggap bencana ini agar lebih mampu bekerja maksimal bukan hanya pada masa tanggap darurat melainkan juga pada masa recovery pasca bencana.  Mudah2an dalam waktu dekat kami bisa menghadirkan tim ahli kebencanaan dengan strukturnya yang lebih kuat dan komprehensif.
    Bogor, 6 Januari 2019 a.n DPP HA IPB Walneg S. Jas/Sekjen

    Sumber : https://www.tarbawia.net/2019/01/himpunan-alumni-ipb-peduli-korban.html

    November 5, 2019 0 comments
    0 FacebookTwitterPinterestEmail
    Newer Posts
    Older Posts

    Recent Posts

    • [SELAMAT IDUL FITRI 1447 H]
    • AIR MENGALIR SAMPAI NAGARI ANDURIANG
    • ARM HA-IPB RAMPUNGKAN SUMUR BOR DAN INSTALASI AIR BERSIH UNTUK 180 PENYINTAS DI BALAH AIA, PADANG PARIAMAN
    • ARM HA-IPB SALURKAN 320 PAKET BINGKISAN RAMADHAN UNTUK PENYINTAS BANJIR BANDANG DI JORONG LABUAH, KABUPATEN AGAM
    • DI SUMBAR, ARM HA-IPB MASIH TERUS BERBAGI

    Recent Comments

    No comments to show.
    • Facebook
    • Twitter
    • Instagram
    • Linkedin
    • Youtube

    @2019 - All Right Reserved. Designed and Developed by PenciDesign

    ARM HA IPB
    • Beranda
    • Tentang Kami
    • Program
    • Publikasi & Rilis
    • Hubungi Kami