PENJELASAN MENGENAI MOBILISASI RELAWAN DAN BANTUAN ARM HA-IPB KE KAWASAN BENCANA BANJIR, BANJIR BANDANG, DAN LONGSOR DI JABODETABEK, KAB. BOGOR, DAN LEBAK-BANTEN

by administratorarmhaipb

PENJELASAN MENGENAI MOBILISASI RELAWAN DAN BANTUAN ARM HA-IPB KE KAWASAN BENCANA BANJIR, BANJIR BANDANG, DAN LONGSOR DI JABODETABEK, KAB. BOGOR, DAN LEBAK-BANTEN

Dalam beberapa hari ini banyak pesan, pertanyaan, dan harapan masuk ke saluran komunikasi Pengurus Badan Otonom Aksi Relawan Mandiri Himpunan Alumni IPB (ARM HA-IPB) mengenai mobilisasi relawan dan bantuan Alumni IPB ke wilayah terdampak bencana banjir, banjir bandang, dan tanah longsor di Kabupaten Bogor (Cigudeg, Nanggung, Sukajaya, dll.) serta Cipanas, Lebak (Prov Banten).

Terima kasih atas atensi kawan-kawan alumni dan civitas akademika IPB. Kami ingin memberikan beberapa penjelasan dan klarifikasi sebagai berikut:

A. PROSEDUR MOBILISASI ARM

  1. ARM HA-IPB merupakan kegiatan berbasis kesukarelaan (voluntary-based activities), sehingga mobilisasi tenaga petugas kemanusiaan sebagai relawan harus berdasarkan kesediaan masing-masing individu untuk dimobilisasi.
  2. Sebagai badan otonom baru di lingkungan HA-IPB, ARM baru bergiat sejak 19 September 2019 dan kick-off berikut pelantikan pengurusnya 10 Desember 2019. Karena itu, mohon maklum karena skuad relawan masih dalam jumlah terbatas, demikian pula sumberdaya lainnya, khususnya finansial dan waktu.
  3. ARM menyepakati bahwa mobilisasi ke daerah bencana dilakukan tidak atas dasar kebutuhan publisitas, atau kecepatan tiba di lokasi semata, melainkan yang lebih utama adalah atas dasar hasil kajian cepat (quick assessment) maupun kajian mendalam (detail assessment) mengenai jenis bencana, lokasi, tantangan, kebutuhan warga terdampak, serta kapasitas personel. Semua itu akan menentukan perlu-tidaknya ARM bertindak , termasuk waktu dan tempat target kegiatan.
  4. Sejak awal, ARM mewajibkan adanya RENOPS TDB (Rencana Operasi Tanggap Darurat Bencana) sebagai dasar bergeraknya. Dalam Renops ini akan dipaparkan latar belakang, situasi terkini, analisis kapasitas ARM saat itu (termasuk analisis kapasitas personel, perlengkapan, dan sumberdaya finansial), serta rencana kegiatan yang akan dilakukan. Termasuk wilayah kegiatan, jenis bantuan, lama waktu, serta jumlah target individu/KK yang disasar. Renops merupakan fase yang WAJIB dilalui oleh ARM dalam setiap keadaan bencana, TANPA TERKECUALI. Hal ini demi memastikan layanan ARM memenuhi kriteria manajemen bencana yang memadai, keamanan dan keselamatan, serta efektivitas pelaksanaan program sehingga dapat dievaluasi dan akuntabel.
  5. Terakhir, memobilisasi tenaga relawan akan dilakukan jika hasil asesmen mendukung. Bagi ARM, relawan adalah aset yang keselamatannya menjadi hal utama.

B. SITUASI BENCANA DI KABUPATEN BOGOR (JABAR) DAN LEBAK (BANTEN)

  1. Banjir bandang dan longsor melanda wilayah Kabupaten Bogor (terakhir disebut wilayah Kab Bogor Barat), yaitu di Sukajaya, Nanggung, dan sekitarnya. Adapun di Lebak Banten, terjadi di wilayah Kecamatan Sajira, Cimarga, Lebak gedong, Curugbitung, Cipanas.
  2. Kondisi area bencana cukup parah dan beberapa desa belum bisa dijangkau.
  3. ARM berkomunikasi dengan beberapa pihak, antara lain LPPM IPB yang juga telah menuju lokasi Sukajaya. Dilaporkan juga bahwa akses menuju pusat lokasi bencana amat sulit dan hanya bisa ditempuh dengan kendaraan 4WD, atau harus menggunakan bantuan udara untuk kapasitas yg besar dan safety. Ada juga bantuan dari komunitas trail yang mendstribusikan bantuan dari kota kecamatan Sukajaya ke lokasi bencana dengan kapasitas yang masih terbatas. Pasokan bantuan tersebar di banyak titik di level kecamatan. Bantuan menumpuk di sana karena tidak bisa masuk dideliver ke wilayah terisolir.
  4. Semua pasokan bantuan diarahkan ke Lanud Atang Sanjaya, Semplak, Bogor.
  5. Selama kondisi lokasi bencana masih terisolir dan tidak terukur oleh kapasitas dan kemampuan relawan dan lembaga ARM, maka dalam hal ini ARM akan terus memonitor situasi untuk memutuskan tingkat keterlibatannya di lokasi (dari sekadar mengantarkan barang bantuan hingga terjun ke lokasi bencana)
  6. ARM menghargai setiap upaya bantuan dari civitas akademika dan elemen alumni IPB yang ditujukan kepada masyarakat terdampak bencana, baik inisiatif sendiri maupun bersama ARM. Ini mengingat luasnya wilayah yang terdampak bencana di tiga provinsi (DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten) yang tak mungkin ditangani secara tunggal. Namun demikian, ARM menghimbau agar bantuan-bantuan yang diberikan diindetifikasikan terlebih dahulu agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Juga memperhatikan aspek keamanan dan keselamatan pemberi bantuan sendiri.
  7. Beberapa mitra dalam dan luar IPB menghubungi ARM untuk penjajakan kerja sama. ARM menyatakan terima kasih yang sebesar-besarnya atas tawaran tersebut dan akan terus memperbaharui informasi yang tersedia dalam pekan ini sehingga dapat mengambil keputusan untuk kerja sama yang dimaksud (lihat juga poin A-4 di atas). Komunikasi yang intensif antar lembaga amat kami hargai.

Demikian untuk dapat diketahui dan maklum. Mari kita berdoa agar bencana yeng menimpa warga di berbagai lokasi dapat segera teratasi. ARM HA-IPB berkomitmen terus membantu pemerintah dan masyarakat dalam mengurangi penderitaan mereka yang terkena dampak bencana di wilayah Indonesia.

Salam tangguh.

Pengurus ARM HA-IPB

You may also like

Leave a Comment