Pertemuan itu bertujuan menjajaki peluang kerja sama antara kedua pihak di bidang sosial dan kemanusiaan, terutama dengan Nokia StrongHer, sebuah inisiatif di Nokia untuk mempromosikan dan memberdayakan keberagaman gender, khususnya kesempatan dan keterwakilan karyawan perempuan dalam karier mereka di perusahaan teknologi informasi terkemuka tersebut.
Ketua Umum ARM HA-IPB, Ir. Ahmad Husein, M.Si., memimpin tim pengurus didampingi oleh Sekretaris Jenderal, Ir. Agus Rusli, MM, Ketua Bidang Penggalangan Dana dan Kerja Sama, Ir. Lensi Mursida, dan Ketua Bidang Manajemen Relawan, Ir. Agus Susilo JP. Dari pihak Nokia Indonesia hadir Country People Manager, Ibu Xytine Giselle, Regional Procurement Manager yang juga Lead of StrongHer Indonesia, Ibu Ervira Parina, serta Solution Consultant, Ibu Tutik Dwidayanti, sekaligus Lead of StrongHer Social Stream.
Pertemuan yang hangat dan penuh kekeluargaan itu dipandu langsung oleh Head of Transformation, Nokia MN Delivery Asia Pacific, Ir. Nunung Jamilah yang tak lain adalah pengurus ARM HA-IPB Bidang Penggalangan Dana dan Kerja Sama. Di lingkungan almamater dan alumni, Nunung Jamilah juga dikenal luas karena menjabat sebagai Ketua Umum Himpunan Alumni Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPIK) IPB University.
Sebenarnya ini bukanlah pertemuan perdana. Lima tahun silam, ARM HA-IPB menerima donasi sejumlah perlengkapan kantor untuk markasnya di Gedung Alumni IPB, Bogor. Nokia Indonesia memandang ARM HA-IPB sebagai salah satu penerima manfaat yang terpilih dan memenuhi syarat karena lembaganya yang terpercaya, bekerja di bidang kemanusiaan, dan bersifat netral, tidak berafiliasi ke politik atau ke RAS tertentu
Ahmad Husein memaparkan profil ARM HA-IPB, prinsip kerja, berikut program-program unggulannya. Kedua pihak mendiskusikan area kerja sama yang potensial dikembangkan.

“Di Nokia, salah satu budaya organisasi kami adalah keinginan kuat untuk membantu sesama, mulai dari penggalangan bantuan saat bencana alam hingga inisiatif bantuan seperti kacamata baca, buku-buku, hingga pakaian milik karyawan yang dikoleksi untuk diserahkan kepada pihak yang membutuhkan,” jelas Ibu Xytine Giselle. Setelah mendapat penjelasan mengenai kegiatan dan pencapaiannya, Xytine menyebutkan, kini top mind lembaga yang menjadi pilihan mereka di masa depan untuk berperanserta dalam kiprah kemanusiaan adalah ARM HA-IPB.
Ibu Ervira Parina menceritakan kegiatan sosial yang Nokia lakukan untuk dapat dipikirkan kemungkinan dikolaborasikan. bahkan ada kemungkinan mengkolaborasikan program kepeduliaan Nokia dalam melestarikan alam seperti menanam mangrove yang pernah dilakukan oleh Nokia bersama customer Nokia.
Sementara Ibu Tutik menceritakan tantangan Nokia menyalurkan donasi dari para karyawan baik di Indonesia maupun global untuk mereka yang terdampak bencana selama ini. “Tidak mudah mencari lembaga kemanusiaan yang kami kenal dan terpercaya,” katanya.
ARM HA-IPB sendiri melihat prestasi dan pengalaman para karyawan perempuan di Nokia melalui inisiatif StrongHer sebagai potensi yang dapat dikembangkan bersama, misalnya melalui program Kepemimpinan Pemuda (Youth Leadership) bagi mahasiswa IPB University, khususnya para relawan dan calon relawan ARM HA-IPB.
“Pengalaman para profesional perempuan di Nokia akan amat bermanfaat untuk memperluas perspektif dan membantu mahasiswa ketika menghadapi dunia nyata pasca kelulusan mereka dari IPB University,” kata Husein.
Acara diakhiri dengan komitmen untuk mengkaji lebih lanjut rencana kerja sama ini, termasuk penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di bidang sosial dan kemanusiaan antara kedua belah pihak dalam waktu dekat.
Terima kasih Nokia!
ARM HA-IPB
Bermartabat Menebar Manfaat