AYAM PELUNG DAN MIMPI PARA PENYINTAS

Ada yang baru di lahan sekitar hunian sementara (huntara) warga penyintas banjir dan longsor di Kampung Cukang Paku – Darmawangi 2, Desa Sirna Sari, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Sukabumi.

by kusnadi kusnadi

Sebuah kandang kayu sederhana dibangun berukuran sekitar 5 x 1,5 meter persegi. Di dalamnya terisi 6 pasang ayam pelung yang disediakan oleh rekan-rekan Wahana Muda Indonesia (WMI) bagi warga penyintas untuk dipelihara. Usaha itu diberi nama Pemberdayaan Warga Penyintas Banjir dan Longsor Pemulia Ayam Pelung Barokah.

“Usianya baru jaan 3-4 bulan, ayamnya berkembang dengan bagus,” kata salah satu relawan senior WMI yang biasa dipanggil Kang Kapten. Warga kini punya sesuatu untuk dirawat dan berharap siapa tahu ke depan pemeliharaan ayam pelung ini bisa membuahkan hasil bagus. Tak jauh dari situ ada kandang domba, yang baru juga diisi beberapa ekor.

“Kami berharap IPB University dan ARM bisa membantu dan membimbing kami untuk memberdayakan masyarakat penyintas di sini lewat budidaya ternak seperti ayam dan domba,” kata Pak Usep Saepuddin, salah satu tokoh masyarakat.

Bagi ARM HA-IPB, hal ini akan didiskusikan lebih serius secara internal oleh seluruh tim, khususnya Bidang Pemberdayaan Masyarakat.

Barangkalai ada alumni IPB yang berminat dan tertarik membantu?

ARM HA-IPB
Bermartabat Menebar Manfaat

You may also like

Leave a Comment