DISKUSI HASIL KAJI CEPAT DAMPAK BANJIR BANDANG – LONGSOR DI ACEH TENGAH

Aksi Relawan Mandiri Himpunan Alumni IPB (ARM HA-IPB) bersama Wakil Rektor IV Bidang Konektivitas Global, Kerja Sama, dan Alumni, serta Unit Wakaf dan Dana Sosial (UWDS) IPB University melakukan pertemuan membahas hasil temuan tim ARM HA-IPB dari kegiatan kaji cepat (rapid assessment) dampak bencana banjir bandang dan longsor terhadap kondisi pertanian di Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh. Kaji cepat ini dilakukan memenuhi permintaan dari Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah kepada IPB University, Januari silam.

by kusnadi kusnadi

Armhaipb.id, Bogor–Pertemuan berlangsung di ruang kerja Warek IV, Gedung Rektorat IPB University, Kampus Darmaga, Bogor, Rabu (15/4). Hadir dalam diskusi tersebut Wakil Rektor IV, Prof. Dr. Ir. Iskandar Zulkarnain Siregar, M.Si., Kepala UWDS, Prof. Dr. Alla Asmara, S.Pt., M.Si., dan Sekretaris Bidang Dana Sosial UWDS, Dr. Iyep Komala, S.Pt., M.Si. Sementara ARM HA-IPB diwakili langsung ketua umumnya, Ir. Ahmad Husein, M.Si., didampingi anggota Dewan Pembina sekaligus team leader assessment, Ir. Ali Fatoni, serta pengurus bidang Pemberdayaan Masyarakat, Nurul Hafifah Kazrilia, S.Si.

ARM HA-IPB memaparkan laporan singkat kegiatan tanggap darurat bencana (TDB) di tiga provinsi (Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat) yang telah ARM lakukan sejak akhir November 2025 lalu. ARM HA-IPB juga melaporkan hasil kaji cepat lapangan yang dilakukan melalui wawancara dengan berbagai pihak dan tinjauan langsung di Aceh Tengah, khususnya di Kawasan Lingkar Danau Laut Tawar yang terdampak cukup serius.

Banjir bandang dan longsor di kawasan yang terletak di ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut tersebut telah merusak 2.000 hektare dari total 3.000 hektare sawah. Saluran irigasi terputus dari level primer hingga kuarter. Akibat lainnya, petani gagal menjual produk cabai (dari lahan seluas 6.000 hektare) akibat akses logistik terputus, karena harga jatuh di bawah HPP.

“IPB University menindaklanjuti temuan ARM HA-IPB dengan berbagai pihak terkait di IPB dan di daerah,” ujar Prof. Alla Asmara. Salah satu permintaan dari masyarakat setempat adalah bantuan teknologi, khususnya benih padi serta cabai agar mereka dapat memulai usaha kembali di wilayah yang masih dapat ditanami. Pemerintah setempat juga berharap IPB dapat membantu jejaring ke instansi pusat seperti Kementerian Pertanian, dan PUPR untuk akses berbagai paket bantuan dan merehabilitasi lahan yang rusak sedang-berat.

ARM HA-IPB
Bermartabat Menebar Manfaat

You may also like

Leave a Comment